MENU

Iklan

Mobile Apps

Ruwah Desa Jimbaran Kulon Digelar Meriah, Wayang Kulit Angkat Lakon Ketenteraman

Selasa, 10 Februari 2026, Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T17:55:37Z
Pagelaran wayang kulit pada saat dimulai 


Sidoarjo, Kabar Indonesia Utama – Pemerintah Desa Jimbaran Kulon, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara adat tradisional Ruwah Desa (Bersih Desa) sebagai rutinitas tahunan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin–Selasa, 9–10 Februari 2026.


Pada Senin (09/02/2026), kegiatan diawali dengan syukuran dan doa bersama yang diikuti oleh warga Desa Jimbaran Kulon. Doa bersama ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus permohonan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat desa.

Nampak para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.


Puncak acara digelar pada Selasa (10/02/2026) dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional, di antaranya pagelaran wayang kulit, campursari, serta kesenian jaranan yang disambut antusias oleh masyarakat.


Pagelaran wayang kulit dibawakan oleh Ki Dalang Johan asal Desa Krembung, Kabupaten Sidoarjo, dengan mengangkat lakon “Tumuruning Wahyu Ketenteraman”, yang sarat makna tentang harapan terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Foto di ambil pada saat pasca wayang kulit di mulai dan gelar syukuran. Di balai desa Jimbaran kulon.


Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Wonoayu Drs. Anwar, unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat dari desa sekitar yang bersama-sama menjaga jalannya kegiatan tetap aman dan kondusif.


Kepala Desa Jimbaran Kulon, Romy Widya Pratama, mengatakan bahwa kegiatan Ruwah Desa ini merupakan bentuk pelestarian adat dan budaya leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat.


 “Ruwah Desa ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga, ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, serta doa bersama agar Desa Jimbaran Kulon senantiasa diberikan ketenteraman, keselamatan, dan kemajuan,” ujarnya.


Pagelaran campursari awal di mulai sebelum acara wayang kulit.



Selama rangkaian acara berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. (P. Dhe Sulton/Red).


Komentar

Tampilkan

  • Ruwah Desa Jimbaran Kulon Digelar Meriah, Wayang Kulit Angkat Lakon Ketenteraman
  • 0

Bitcoin