Tuduhan Penyaluran Dana Kompensasi Pemasangan Tiang WiFi di Wonoplintahan Dipertanyakan Warga
![]() |
| Foto : Wartawan Investigasi, dari lokasi pemasangan Tiang Wifi. Desa Wonoplintahan |
SIDOARJO, Kabar Indonesia Utama – Masyarakat Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, mempertanyakan transparansi penyaluran dana kompensasi pembangunan tiang WiFi yang dibiayai oleh provider Fiber Star/CBN.
Dugaan penutupan jumlah dana oleh Pemerintah Desa (PEMDes) muncul setelah kabar anggaran mencapai ratusan juta rupiah, namun Kepala Desa Wonoplintahan, Ir. H. Joko Setyanggono, menyebut hanya menerima Rp 60 juta.
Menurut seorang Ketua RT setempat yang enggan disebutkan namanya, sosialisasi proyek sama sekali tidak pernah dilaksanakan.
“Saya tidak tahu apa-apa terkait pemasangan tiang WiFi ini, Mas. Datang saja sudah terpasang di seluruh lingkungan desa,” ujarnya kepada awak media.
Dia menuturkan, salah satu staf desa sempat mengatakan bahwa dana kompensasi Rp 60 juta tersebut digunakan untuk pembelian 200 seragam warga, dan sisanya diserahkan kembali ke pihak provider.
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Desa Joko Setyanggono.
“Itu sudah saya sosialisasikan, Mas, mulai dari semua lingkup warga masyarakat,” jawabnya singkat pada Selasa, 22 Juli 2025.
Meski demikian, pernyataan tersebut justru menuai kecaman dari sejumlah warga.
Mereka menilai klaim Pemdes Wonoplintahan sekadar rekayasa untuk menutupi realita di lapangan.
“Seharusnya seluruh penggunaan anggaran diumumkan secara terbuka, agar tidak menimbulkan keraguan,” tegas salah satu tokoh pemuda desa.
Hingga saat ini, warga mendesak adanya klarifikasi lebih lanjut dan pihak berwenang agar memfasilitasi audit internal penggunaan dana kompensasi tersebut.
Mereka berharap Pemdes Wonoplintahan dapat memperlihatkan bukti penerimaan dana dan laporan penggunaan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik. Bersambung (JP/Y4/Red).
- Tuduhan Penyaluran Dana Kompensasi Pemasangan Tiang WiFi di Wonoplintahan Dipertanyakan Warga
- 0
