Praktik Jual Beli Buku LKS di SDN Sidokerto Dikeluhkan Wali Murid
![]() |
| Nampak depan Sekolah SDN Sidokerto |
Sidoarjo, Kabar Indonesia Utama – Praktik jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah kembali menuai sorotan. Kali ini, sejumlah wali murid SDN Sidokerto, Kecamatan Buduran, mengaku resah lantaran diminta membeli paket LKS dengan harga yang dianggap memberatkan.
Seorang wali murid yang anaknya duduk di bangku kelas dua mengungkapkan, harga satu paket LKS mencapai Rp210.000 hingga Rp300.000.
“Sebenarnya sangat membebani. Tapi kalau tidak beli, anak bisa ketinggalan pelajaran,” keluhnya saat ditemui media.
Padahal, sesuai aturan, pembelian LKS bersifat opsional dan tidak boleh diwajibkan sekolah.
Namun, kenyataannya banyak wali murid merasa terpaksa membeli. Dalam satu tahun ajaran, siswa SD bisa diminta membeli 10 hingga 13 buku LKS, dengan total biaya yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kondisi ini dianggap sebagai bentuk komersialisasi pendidikan yang bertentangan dengan prinsip pendidikan gratis.
“Larangan praktik ini sudah jelas tertuang dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2020,” tegas seorang pemerhati pendidikan di Sidoarjo
.
Menurutnya, praktik jual beli LKS di sekolah berpotensi menambah beban wali murid dan membuka ruang kepentingan pihak-pihak tertentu.
“Guru sebenarnya bisa mencari alternatif bahan ajar lain, bukan menjadikan LKS sebagai kewajiban,” tambahnya.
Wali murid juga diimbau untuk lebih kritis serta berani menolak jika sekolah mewajibkan pembelian LKS.
Selain itu, mereka dapat melaporkan praktik semacam ini kepada Dinas Pendidikan maupun Ombudsman.
Temuan praktik jual beli LKS di SDN Sidokerto ini akan segera ditindaklanjuti ke pihak terkait untuk memastikan adanya kepastian hukum dan pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang. Bersambung ! (Tim/Red).
- Praktik Jual Beli Buku LKS di SDN Sidokerto Dikeluhkan Wali Murid
- 0
