MENU

Iklan

Mobile Apps

Ruwah Desa Ketimang, Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama di Makam Leluhur

Minggu, 15 Februari 2026, Februari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-02-15T19:21:54Z
Pada saat di tengah-tengah acara berlangsung, dan mengabadikan momen bersama.


SIDOARJO, Kabar Indonesia Utama – Tradisi tahunan Ruwah Desa (Bersih Desa) kembali digelar masyarakat Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui syukuran dan ritual penghormatan kepada para leluhur babat desa yang telah berjasa membuka wilayah tersebut.


Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong mendatangi dua makam yang diyakini sebagai makam keramat sesepuh desa, yakni Mbah Temu dan Mbah Kerto. Di lokasi tersebut, masyarakat memanjatkan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas perjuangan para pendahulu. Minggu (15/02)


Dalam prosesi Ruwah Desa, warga membawa berbagai tumpeng besar serta aneka hasil bumi. Mulai dari makanan ringan, bahan pokok kebutuhan dapur, nasi tumpeng, hingga hasil panen sendiri turut dihadirkan. Sajian tersebut menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan yang dirasakan masyarakat selama setahun terakhir.

Gambar di ambil pada saat semua kegiatan berlangsung.


Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini tidak sekadar menjadi ritual budaya, tetapi juga mempererat silaturahmi antar warga. Suasana guyub dan penuh kebersamaan terlihat saat seluruh elemen masyarakat bergotong royong menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.


Kepala Desa Ketimang, Abdul Wahab, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa Ruwah Desa bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengingat sejarah berdirinya desa sekaligus menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda.


“Kita wajib menghormati para leluhur, Mbah Temu dan Mbah Kerto, yang telah babat alas dan merintis Desa Ketimang. Semoga dengan doa bersama ini, desa kita senantiasa diberi keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri panitia penyelenggara H. Rudi Supriyo dari RW 01 dan RW 02, Pemerintah Desa Ketimang, unsur Forkopimda Wonoayu beserta staf, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT 01 dan RT 04, tokoh masyarakat Peganggong, serta tokoh agama H. Shaifudin Juhfri yang memimpin doa bersama.


Melalui pelaksanaan Ruwah Desa ini, masyarakat Ketimang terus menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan demi kemajuan desa di masa mendatang. (P. Dhe Sulton/Red)

Komentar

Tampilkan

  • Ruwah Desa Ketimang, Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama di Makam Leluhur
  • 0

Bitcoin