MENU

Iklan

Mobile Apps

‎Diduga Ada Pemotongan Dana PKH, Oknum Perangkat Desa Banjarkemantren Dilaporkan Warga Dan Ketua RT.

Kamis, 12 Februari 2026, Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T12:33:03Z

 

Gambar hanya sebagai pemanis ungkapan saja atau ilustrasi.

SIDOARJO, kabar Indonesia Utama  – Dugaan pemotongan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) mencuat di Desa Banjarkemantren, Kec. Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Informasi tersebut viral di media sosial Instagram dalam beberapa hari terakhir.

‎Dalam unggahan akun Instagram Info.ILS.Sidoarjo, disebutkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Kepala Dusun (Kasun) berinisial D, usia sekitar 48 tahun, bersama seorang oknum Ketua RT. Nominal pemotongan disebut bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp400.000.

‎Salah satu warga yang mengaku menjadi korban adalah Yunita Kurniawati, warga Dusun Pandean RT 03/RW 01, Desa Banjarkemantren. 

‎Dalam video yang diunggah akun tersebut, Yunita menyampaikan bahwa dirinya menerima dana PKH sebesar Rp900.000 pada 19 Desember 2025 di Kantor Pos. Namun, ia mengaku hanya menerima Rp600.000 setelah diduga dipotong sebesar Rp300.000.

‎Dalam keterangannya di video tersebut, korban menyebutkan bahwa dari Rp300.000 yang dipotong, sebesar Rp100.000 disebut-sebut untuk Pihak kecamatan, sementara Rp200.000 lainnya diduga masuk ke kantong pribadi oknum. Pernyataan itu disampaikan korban dengan nada kesal.

Gambar akun sosmed Instagram yang memiliki vidio bukti pengakuan korban pungli.

‎Sejumlah warga lainnya juga disebut merasa dirugikan atas dugaan pemotongan dana bansos tersebut.

‎Menindaklanjuti informasi yang beredar, awak media mendatangi Kantor Desa Banjarkemantren untuk melakukan konfirmasi.

‎Kepala Desa Banjarkemantren, Erni Filliawati, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan tindakan tersebut.

‎“Saya tidak pernah menyuruh hal seperti itu. Langkah saya akan menyerahkan kepada pihak yang berwenang agar mendapatkan keadilan sesuai perbuatannya,” jelas Erni saat ditemui (Ruangannya), Kamis (12/02).

Foto di ambil tampilan nampak depan kantor desa Banjarkemantren Kec. Buduran Sidoarjo.

‎Namun dari sisi lain, warga desa Banjarkemantren berinisial FH (53)THN menambahkan kalau.

‎"kami di sini sangat ingin mempunyai sosok kepala desa yang bisa buat acuan tegas dan bisa mensejahterakan warga mas ! (Kepada awak media) bukan malah menjadi sengsara warga sendiri, jujur kami kecewa dengan para staf desa yang punya prilaku sperti itu." Tandasnya.

‎Lantas awak media kemudian mengonfirmasi pihak Kecamatan Buduran. Sekretaris Kecamatan Sebut saja Ibu Lita (Sekcam) Buduran menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi tersebut.

‎“Kami baru saja mengetahui informasi ini dan kebetulan saya masih baru. Hal ini akan kami rundingkan dengan yang bersangkutan dan tentunya oleh Bapak Camat sendiri untuk klarifikasi,” ungkapnya
.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi. Awak media berencana melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo guna mengetahui langkah hukum yang dapat ditempuh apabila dugaan tersebut terbukti benar.

‎Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat dana PKH merupakan bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga penyalurannya harus tepat sasaran dan bebas dari praktik pungutan liar. (Y4N/Ris/Red). Bersambung !! Koran Cetak Part 2#.

Komentar

Tampilkan

  • ‎Diduga Ada Pemotongan Dana PKH, Oknum Perangkat Desa Banjarkemantren Dilaporkan Warga Dan Ketua RT.
  • 0

Bitcoin